Posted by: frinnie on: October 8, 2008
Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah
ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
mengapa kita bersandiwara?
Meski lagu ini terasa benar, tapi nggak mudah menjawabnya. Tentu saja kita harus bersandiwara, kalau tidak habislah.
Bayangkan, kalau seorang reporter yang sedang stress dikejar deadline sementara si narasumber susaaaaaah ditemui. Udah gitu pas dapat janjian sama si narasumber, ditungguin sampe sejam lebih gak nongol-nongol. Tiba-tiba masuk SMS yang bunyinya: Maaf ya dek! Saya nggak bisa kesitu sekarang, kamu aja deh yang kesini. Gimana?
Sudah jelas nadanya innocent meski SMS cuma bisa dibaca. Begitu ketemu dia tersenyum lebar-lebar habis itu bilang, “Waduh! Saya bener-bener minta maaf lho, tadi nggak sempat nelpon kamu habis banyak tamu. Jadi kita bicara apa nih? Oya tunggu, kamu mau minum apa? Atau makan sekalian?”
Kalau anda yang jadi reporternya apakah :
A. Menimpuk si narasumber dengan sepatu?
B. Sok marah, membanting blocknote di meja depannya, mengambil bungkus rokok, menyalakannya sebatang lantas menghembuskan asap ke wajahnya? terus bilang : “Langsung ajalah pak, nggak usah basa-basi, waktu saya sudah habis nih!”
C.Atau langsung pasang senyum, sedikit membungkuk hormat terus bilang: “Ah, nggak apa-apa kok pak! Saya tadinya juga telat datang. Saya minum air putih saja,” meski dalam hati :”SIalanlah kau, emang kerjaanku ini saja. Mending kau kasi amplop pulangnya!!!!”
Nah lho?!
Pilihan A, sudah pasti bikin anda masuk penjara.
Pilihan B, besok anda sudah dipecat dari media tempat anda bekerja.
Pilihan C, hari ini anda masih duduk di depan komputer sambil mengetik berita tak seberapa sambil berharap telepon dari si redaktur nggak perlu masuk. asbak rokok penuh, mulut sudah bau anyir, cangkir kopi separuh kosong (atau separuh terisi?), hati masih penuh umpatan, tampang kayak orang mabuk, kalau ditegur cepat marah-marah, sebentar-sebentar membuka situs porno, pasang MP3 lagu-lagu rock/speed metal, dan berharap jam lambaaaaaaat jalannya.