Inget Anak Indung

October 7, 2008

“Anak ise nge akap kena si ngandung adah o nake, kuja nge akap kena nande bapana…heheheeee, si adah kap nandena nake, si metik-metik bas salon adah heheheeee, si adah kap bapana nake si bonceng-boncengna anak sekolah…

Inget anak indung ngandung i rumah, inget anak indung ngandung i rumah…”

Terjemahan bebasnya kira-kira begini:

“Anak siapakah itu yang sedang menangis, dimakah gerangan ayah ibunya?”

“Oh ternyata itu ibunya, yang sedang asyik berdandan di salon itu,”

“Oh ternyata itu bapaknya, yang sedang asyik membonceng anak sekolahan,”

Baru pagi tadi kuingat lagi potongan lagu daerah Karo itu. Sejenak ketika mendendangkannya kembali aku jadi teringat masa kecil. Betapa dulu lagu ini terasa lucu di telingaku yang masih kanak-kanak. Apalagi lagu ini memang dinyanyikan dengan nada kocak oleh si penyanyi. Sebegitu seringnya lagu ini kudengar dan kuputar sampai aku hapal. Sebuah satir tentang kelakuan orangtua yang senang menelantarkan anaknya demi kesenangan.

Hari ini lagu itu tak lucu lagi, dan dari dulu pun sepertinya lagu ini bukan untuk lucu-lucuan. Sebab si anak menangis mencari-cari ayah ibunya. Coba saja selami perasaan anak yang masih lugu itu, atau ketika kita sendiri teringat pada tangis yang pernah kita keluarkan untuk ayah ibu yang sedang pergi.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.