Posted by: frinnie on: September 10, 2008
Memutar Balik Mitos Menyesatkan!
*elprina limbong
Waspadalah terhadap pola dan sistem belajar “salah” yang sudah mengkristal. Sifat umum “mengekor dan menurut” yang ditanamkan pada pikiran kita, akan menjadi penjara yang mengekang kebebasan otak untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya.
Selama ini banyak orang berpikir untuk terus menerus mempelajari sebuah fakta atau tugas, lalu menganjurkan bahwa hanya ada satu cara untuk melakukannya. Padahal sejak awal mula, manusia tercipta sebagai mahluk pemikir yang punya kemampuan otak luar biasa.
Secara tak sadar sistem, pola, dan praktik pengajaran yang diterapkan di banyak lembaga pendidikan telah membentuk semacam motif tetap yang memengaruhi kebebasan manusia untuk berpikir secara lebih terbuka untuk menemukan banyak alternatif jawaban dari berbagai perspektif.
Mindful Learning – Membongkar 7 Mitos Pembelajaran yang Menyesatkan! Membuka jalan pencerahan untuk menunjukkan pada kita bahwa konsep pembelajaran yang selama ini kita anut, mungkin saja mengandung kekeliruan fatal yang bisa menjerumuskan pada keterpurukan yang mengekang.
Lewat buku setebal 167 halaman ini, sang penulis Ellen J Langer akan membuktikan betapa pentingnya mengajarkan berbagai keterampilan dan fakta secara kondisional, menyediakan ruang bagi bagi keraguan dan kesadaran bahwa situasi yang berbeda mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda. Langer memang begitu handal dalam mengkontruksikan sebuah teori besar mengenai peran manusia dengan implikasi-implikasi pentingnya untuk beragam bidang. Seperti pendidikan dan pembelajaran, perkembangan dan penuaan, hubungan kelompok, serta psiko dan neuro-patologi.
Sebagai seorang profesor psikologi, Langer menemukan bahwa psikologi sosial sebelumnya tidak pernah memasukkan pemahaman-pemahaman yang lebih tajam ke dalam neuro-psikologi dan bidang-bidang terkait. Ia pun merombak pemahaman itu dalam karya provokatif. Tampaknya berbagai manipulasi ekperimental sederhananya menunjukkan kebenaran-kebenaran mendalam tentang kondisi manusia dan bagaimana kita sebagai masyarakat dapat berkembang.
Langer dengan “ketidakbiasaannya”, menggali efek-efek merugikan dari kecerobohan dalam pendidikan. Sebuah pendahuluan cemerlang bagi apa yang mungkin dan seharusnya menjadi perubahan paradigma berikutnya dalam pendidikan.
Lewat buku Mindful Learing yang terjemahannya bahasa Indonesianya diterbitkan Esensi (Erlangga Group) ini ia memperlihatkan bahwa metode-metode pembelajaran tradisonal dapat menghasilkan tingkah laku yang ceroboh karena cenderung membuat orang terikat pada satu lorong pemikiran terbatas.
Buku ini berisitujuh mitos yang begitu mengakar atau cara berpikir (mindset), yang merusak proses pembelajaran. Buku ini juga menjelaskan bagaiman kita dapat menghindari efeknya yang melemahkan dalam berbagai situasi. Mitos-mitos “mematikan” itu adalah: (1) kemampuan dasar harus dipelajari dengna baik sehinga menjadi sifat kedua, (2) memperhatikan berarti tetap berfokus pada satu hal dalam satu waktu, (3)menunda kepuasan itu penting, (4) penghafalan tanpa berpikit kritis perlu dalam pendidikan, (5) lupa adalah masalah, (6) kecerdasan berarti mengetahui “apa yang ada di luar sana”, (7) ada jawaban yang benar dan salah.
Anda mungkin percaya bahwa ketujuh mitos ini mungkin sudah mengakar dan Anda benarkan juga. Namun ketahuilah bahwa hal itu akan membunuh kreativitas, membungkam pertanyaan kita, dan mengurangi harga diri kita.
Gagaan-gagasan yang ditawarkan dalam buku ini untuk melepaskan cengkeraman mitos-mitos yang melemahkan tersebut sangat sederhana. Kesederhanaan fundamental dari gagasan tersebut masih memperlihatkan mitos penghambat yang lainnya: bahwa hanya suatu perbaikan besar yang dapat menciptakan sebuah sistem pendidikan yang efektif.
Kabar baiknya adalah, kita dapat mengubah kurikulum sekolah, mengubajh standar pengujian siswa dan guru, meningkatkan keterlibatan orang tua dan komunitas dalam proses pendidikan, dan meningkatkan anggaran pendidikan sehingga lebih banyak siswa yang dapat menjadi bagian dari era komputer abad 21.
Untuk mencapai pencerahan yang memutarbalik mitos-mitos pebelajaran itu, maka buku ini akan lebih menggunakan pendekatan “mengapa (why)” ketimbang “bagaimana (how)”. Kita kan diberi kesempatan untuk belajar secara lebih mindful.
Maka Langer pun membagi buku ini dalam tujuh “episode” yang ekstraordinary. Dimulai dengan bab satu “Ketika latihan membuahkan ketidaksempurnaan”, menyusul “Pengalihan perhatian yang kreatif”, lalu “Mitos kepuasan tertunda”, lantas “1066 Apa? Atau bahaya menghapal”. Di bab lima Langer mengajukan tema “Pandangan baru tentang lupa” yang diteruskan dengan bab berikutnya “Mindfulness dan kecerdasan”, serta ditutup dengan satu hal yang menampar logika berpikir kita: “Ilusi tentang jawaban yang benar”.
Langer memang sedang membangun sebuah teori besar tentang fungsi manusia dengan implikasi yang penting terhadap beragam bidang, seperti pendidikan dan pembelajaran, perkembangan dan penuaan, hubungan kelompok, serta psiko dan neuro-patologi…
Simak sebuah ilustrasi yang tercantum dalam buku ini (halaman 142):
Dua pria yang tengah bertengkar datang kepada seorang hakim. Pria pertama menceritakan persoalannya. Hakim itu berkata, “Itu benar.” Kaget dengan keputusan itu, musuhnya berkata, “Anda belum mendengar persoalan itu dari perspekif saya.” Ia bercerita berdasarkan perspektifnya dan hakim itu pun berkata, “Itu benar.” Seorang pribadi ketiga bertanya bagaimana keduanya bisa benar. Hakim itu memikirkannya dan berkata, “Itu benar.”
Kesimpulan kunci dari ilustrasi ini adalah relatif! Kebenaran yang kita tahu adalah suatu pernyataan yang “dianggap benar” oleh lebih banyak orang semata dan bukan hakikat kebenaran yuang sesungguhnya! Buka pikiran, biarkan logika bicara, Anda akan menemukan jawaban yang benar-benar ilmiah berdasarkan mekanisme otak dan keluarbiasaan pemikiran manusia… sebuah MINDFUL LEARNING!*
Judul : Mindful Learning – Membongkar 7 Mitos Pembelajaran yang Menyesatkan
Penulis : Ellen J Langer, Ph.D
Penerbit : Esensi (Erlangga Group)
Tahun Terbit : 2008
Ketebalan : 167 ++ halaman
Penerjemah : Wisnu T. Hanggoro (dari buku asli terbitan 1997)