Posted by: frinnie on: September 10, 2008
Georges Prosper Remi (22 Mei 1907 – 3 Maret 1983) adalah nama asli Herge, komikus yang berasal dari Belgia. “Herge” merupakan pengucapan dalam bahasa Prancis untuk “R.G.”, inisialnya yang dibalik. Karyanya yang paling terkenal adalah serial Petualangan Tintin, yang dikerjakannya dari tahun 1929 sampai ia meninggal pada tahun 1983.
Les Aventures de Tintin Reporter du Petit Vingtieme Au Pays des Soviets (Petualang Tintin Wartawan Le Petit Vingtieme di Tanah Sovyet) adalah judul pertama yang diterbitkannya pada tahun 1929. Sedangkan judul terakhir adalah Tintin et L`Alph Art (Tintin dan Alpha-Art), yang diterbitkan hanya berupa kumpulan sketsa dan catatan pada tahun 1986 karena Herge berkeras Tintin tidak boleh dikerjakan orang lain.
Herge menemukan tokoh Tintin sejak bergabung di sebuah surat kabar Katolik, Le Vingtieme Secle. Waktu itu ia masih berusia 18 tahun. Pada Juli 1926 lahirlah debut komik pertamanya berjudul Les Aventures De Totor, Chef De Patroille Des Hannetons (Petualangan Totor, Pemimpin Kepanduan Medan Perang). Tokoh Totor inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Tintin. Keduanya memiliki kemiripan kecuali Totor yang selalu memakai seragam kepanduan. Tintin sendiri lahir tepatnya pada edisi ke 11 dengan judul Les Aventures De Tintin Au Pay Des Soviets. Dimana Herge memperbarui tokoh Totor dalam Tintin yang kini berprofesi sebagai reporter remaja, bukan lain pemimpin kepanduan.
Komik strip pertama Tintin ini tak disangka mampu menarik popularitas. Hergé baru sadar akan hal ini ketika ia diminta tampil di depan publik. Ketika surat kabar di Brussels mengumumkan kedatangan Hergé dari Uni Sovyet, tak diduga ribuan anak menyambut histeris di stasiun. Akhirnya, di akhir tahun 1930, setahun persis setelah tampil dalam bentuk komik strip di surat kabar, Tintin diterbitkan dalam bentuk buku.
Meski begitu boomingnya dan dicintai banyak orang, tak jarang Herge dan Tintin mengundang reaksi negatif dari kalangan tertentu. Ini dikarenakan Herge banyak mengangkat isu sensitif di beberapa petualangannya. Misalnya cerita Tongkat Raja Ottokar (Le Sceptre D’Ottokar) yang muncul pertama kali pada tahun 1938. Herge mengkritik fasisme yang saat itu mewarnai situasi politik dunia. Pada tahun 1940, Herge menolak pemberian uang dari kalangan pendukung pro-Nazi di Belgia. Akibatnya, dua bukunya, yakni Tintin di Amerika dan Rahasia Pulau Hitam sempat dilarang beredar oleh pemerintahan Nazi.
Ciri-ciri yang penting dari kisah-kisah Tintin termasuk penggambaran tokoh yang kuat, rasa realistis yang dihasilkan dari penelitian yang teliti dan luas, serta gaya menggambar ligne claire Herge.*
*elprina limbong
Albeo theme by Design Disease